Penulis: Bestarina
Pernah merasa sudah melamar ke banyak lowongan, tapi CV seolah “tidak pernah dibaca”? Padahal pengalaman ada, organisasi aktif, dan kemampuan juga tidak sedikit. Masalahnya sering kali bukan pada siapa Anda, melainkan cara CV Anda bercerita.
Dalam proses rekrutmen, HR hanya membutuhkan beberapa detik untuk memindai satu CV. Karena itu, CV tidak cukup hanya berisi daftar kemampuan. CV harus membantu HR langsung memahami apa yang bisa Anda kerjakan dan di bagian mana kemampuan itu terlihat.
Banyak pelamar menumpuk semua kemampuannya di bagian Skill, berharap HR akan membacanya dengan teliti. Padahal, bagian Skill hanya berfungsi sebagai penanda awal seperti daftar isi. Isinya memang penting, tapi bukan di situlah penjelasan utama diletakkan. Bagian Skill sebaiknya diisi singkat, cukup berupa kata kunci seperti komunikasi, administrasi, atau kerja tim. Penjelasan tentang bagaimana skill tersebut digunakan justru ditulis di bagian Pengalaman Kerja, Organisasi, Magang, atau Proyek. Di sanalah HR benar-benar menilai kemampuan Anda.
Menulis “komunikasi yang baik” di bagian Skill tidak salah, tetapi tidak cukup. HR ingin melihat bentuk nyatanya. Karena itu, skill tersebut harus “diturunkan” ke bagian pengalaman. Misalnya, jika di bagian Skill Anda menulis komunikasi, maka di bagian Pengalaman Organisasi Anda bisa menuliskan bahwa Anda berkomunikasi dengan tim lintas divisi untuk koordinasi kegiatan, atau menjadi penghubung antara pengurus dan anggota. Sehingga HR tidak lagi menebak-nebak makna skill Anda karena semuanya sudah terlihat jelas.
Bagian Pengalaman adalah jantung dari CV. Di sinilah semua kemampuan seharusnya muncul secara alami. Setiap poin pengalaman idealnya dimulai dengan kata kerja aktif, lalu diikuti aktivitas yang dilakukan dan konteksnya.
Daripada menulis “ikut serta dalam kegiatan organisasi”, akan jauh lebih kuat jika Anda menuliskan bahwa Anda mengelola administrasi kegiatan, menyusun laporan, atau mengoordinasikan jadwal tim. Kalimat seperti ini membantu HR membayangkan peran Anda secara konkret.
Pemilihan kata sangat berpengaruh. Kata kerja aktif seperti mengelola, menganalisis, menyusun, mengembangkan, atau berkolaborasi membuat deskripsi skill terasa lebih hidup dan profesional.
Kata kerja ini juga membantu HR melihat peran kandidat secara lebih konkret.
Setelah memahami dan menerapkan lima (5) fundamental kepemimpinan ini, Anda akan mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang lebih baik sehingga dapat membuka peluang karir Anda dan memperluas jaringan professional serta mendorong organisasi yang lebih produktif.
Sahabat Karir Indonesia menawarkan program pelatihan soft skills, yaitu Leadership Development Program. Leadership Development Program adalah program in-house training yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang pemimpin dalam memimpin tim dan menghadapi tantangan di tempat kerja. Pelatihan ini bertujuan agar pemimpin kompeten dalam bekerja lebih efektif, produktif, dan mampu menginspirasi tim untuk mencapai tujuan bersama. Mari, bergabung dan nikmati pengalaman menarik dari program Leadership Development Program
CV yang kuat tidak hanya mencantumkan apa yang dikerjakan, tetapi juga hasil dari pekerjaan tersebut. Dampak ini tidak selalu harus berupa angka. Cukup jelaskan manfaatnya.
Misalnya, Anda tidak hanya mengelola arsip, tetapi memastikan dokumen mudah diakses saat dibutuhkan. Anda tidak hanya menyusun laporan, tetapi membantu proses evaluasi berjalan lebih efektif. Kalimat-kalimat seperti ini tetap ditulis di bagian Pengalaman, sebagai penutup dari setiap poin kegiatan.
Sumber:
Contact Us:
Phone/WA:
081-220-403-677 (CS 1)
082-145-869-700 (CS 2)
Phone Office (Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB): 022-63721946
E-mail: cs.sahabatkarir@gmail.com
Website: www.sahabatkarir.com






